Thursday, December 18, 2014

Rahasia Bentuk Tubuh Indah


Citra tubuh yang indah berubah dari masa ke masa. Sering sekali, trend dijadikan acuan menentukan tubuh yang indah. 'Booming' film James Bond menciptakan suatu acuan bahwa bentuk tubuh ideal adalah tubuh yang tinggi, otot yang kuat, dada yang bidang.

Setiap orang tentu mendambakan bentuk tubuh sehat dan ideal. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkannya. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan program bodyshapping ( pembentukan tubuh ). Salah satunya adalah fitnes. Fitnes dapat membantu pembentukan dan penambahan otot. Seseorang dapat menentukan bagian tubuh yang ingin dibentuk melalui pembakaran kalori saat fitnes. Latihan pembentukan tubuh dapat disesuaikan dengan bentuk tubuh yang diinginkan.

      Banyak orang yang semakin menyadari pentingnya olah raga untuk menjaga kesehatan tubuh. Sesuai dengan tuntutan perubahangaya hidup, semakin banyak orang yang menginginkan olah raga yang tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga sekaligus membentuk tubuh. Fitnes kemudian menjadi pilihan yang paling banyak 'digandrungi' masyarakat perkotaan. Akan tetapi tidak semua program pembentukan tubuh berhasil. Pola yang salah serta pandangan yang salah sering membuat program yang diharapkan membuat impian tubuh indah menjadi kenyataan ini sering gagal.


     style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
     data-ad-client="ca-pub-9944632662366833"
     data-ad-slot="2270831903">

Sebuah Formula Untuk Kesuksesan Pembentukan Tubuh Anda

       Pembentukan tubuh bukanlah proses yang bisa dilakukan secara instant. Dibutuhkan waktu, konsistensi berlatih, serta disiplin untuk menjalankan segala yang sudah ditetapkan dalam program. Latihan, pola makan, pola hidup dan suplemen menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Suplemen saja tidak akan membantuproses pembentukan tubuh ( suplemen atau obat apapun tidak dapat bekerja membentuk tubuh tanpa bantuan faktor lain ). Anda layak berhati-hati dengan iklan yang banyak beredar.

       Apapun tujuan yang ingin didapatkan dari sebuah program pembentukan tubuh, faktor penentunya akan tetap sama, yang berbeda adalah cara mengimplementasikannya. Tentu saja berbeda, bergantung pada perbedaan tujuan yang dimiliki setiap orang. Contohnya, kebanyakan wanita ingin membentuk pinggul, kaki, dan tangan mereka, sedang kebanyakan pria ingin mempebesar otot seluruh tubuh, maka implementasi faktor keberhasilan pada keduanya akan berbeda.


     style="display:block"
     data-ad-client="ca-pub-9944632662366833"
     data-ad-slot="5392912702"
     data-ad-format="auto">



Formula Kesuksesan
S = Dx ( T+N+R ) 
S = success
Kesuksesan dalam menjalankan program
D = determination
faktor penentu kesuksesan 
T = training
latihan pembentukan tubuh
N = nutritional
asupan nutrisi selama program yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, apakah pembakaran atau pembentukan otot.
 R = rest & recovery
 istirahat selama masa program

Sunday, December 14, 2014

Jajanan Sehat Demi Generasi Sehat

Artikel Tentang Info Seputar Kesehatan Anak      


    Saat ini anak-anak usia 4-18 tahun, terutama di kota besar menghabiskan waktunya sekitar 4-17 jam di sekolah. Memang tidak seluruh waktunya dihabiskan di sekolah, namun masa makan aktif anak justru lebih banyak dihabiskan pada jam-jam tersebut. Hal ini memaksa mereka menyantap makanan seadanya setiap hari.

Tentu hal itu adalah dilema yang harus dihadapi oleh orang tua yang mempunyai anak usia sekolah. Di satu sisi, jam sekolah yang relatif lama tentu menguras energi anak sehingga mereka memerlukan makanan, baik ringan maupun berat, untuk memulihkan energi. Tidak dipungkiri dengan harga yang murah, jajanan di lingkungan sekolah menyajikan tawaran indra yang menarik. Namun, di lain sisi, tingkat kebersihan dan kualitas makanan yang ditawarkan tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Padahal, jika masa emas tumbuh kembang anak diisi dengan asupan nutrisi yang tidak seimbang, dan pola hidup yang kurang sehat ( antara lain kurang aktivitas fisik yang sesuai dengan usianya ) maka besar kemungkinan akan melahirkan generasi yang mempunyai kualitas gizi rendah. Dengan begitu, potensi yang mereka punya pun akan rendah. Sebelum sampai di pengandaian itu, penyakit pencernaan seperti tipus, disentri, muntaber, bahkan keracunan makanan, menjadi dampak awal dari jajanan yang tidak sehat tersebut.

Bahaya Pengawet Makanan dan Makanan Limbah

     Siaran di televisi yang berbau "investigatif" menyajikan ragam pengetahuan baru yang membelalakkan mata sekaligus membuat kita ketar-ketir. Tayangan mengenai makanan yang diberi pengawet kimia, buah yang dimatangkan secara instan dengan disuntik zat kimia, sirup dengan zat warna untuk tekstil, daging gelonggongan, hingga makanan limbah yang diolah lagi, seakan menyempitkan pilihan kita dalam menyediakan makanan dan jajanan sehat bagi si buah hati.

 Bicara mengenai bahan pengawet makanan, sebenarnya tidak semua pengawet berbahaya bagi tubuh. Namun, faktanya adalah banyak pengawet yang tidak seharusnya dikonsumsi tubuh tetap dicampurkan pada makanan dengan alasan lebih murah. Secara garis besar, zat pengawet dibedakan menjadi tiga jenis.
Pertama, GRAS ( Generally Recognized as Safe ) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak beracun sama sekali.
Kedua, ADI ( Acceptable Daily Intake ), yang selalu batas penggunaan hariannya ( daily intake )

guna melindungi konsumen.
Ketiga, zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi seperti boraks, formalin, dan rhodamin B.
Formalin, misalnya, bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan dan jantung. Sedangkan penggunaan boraks dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati, dan kulit.

     Fakta itu ditambahlagi dengan munculnya berbagai restoran cepat saji yang menyediakan hidangan junk food, menjadi penyebab meningkatnya masalah "gizi kurang yang terselubung". Sekilas junk food alias makanan limbah terlihat menggiurkan dan penuh nutrisi namun kenyataannya makanan tersebut hanya kaya lemak, yang minim zat gizi lain. Tingginya tingkat konsumsi makanan yang tidak seimbang gizinya oleh anak-anak sekolah inilah yang membuat mereka disinyalir masuk ke dalam kelompok "kekurangan gizi terselubung".

Jajanan Sehat, Mungkinkah ?????????

 Definisi jajanan sehat yang dimaksud adalah makanan, baik ringan maupun berat, yang dibeli anak di lingkungan sekolah atau sekitar rumah. Jajanan disebut sehat jika mengandung bahan makanan yang bergizi dan dapat diterima tubuh secara proporsional. Tidak hanya itu, penyajiannya pun harus melewati prosedur yang higienis. Jika makanan bergizi tinggi tapi disajikan tanpa penutup di pinggir jalan berdebu tentu mubazir, bukan?

      Semenjak masuk dunia sekolah sebagai lingkungan yang lebih besar, anak-anak hendaknya mendapat edukasi mengenai untung-rugi membeli jajanan. Selain soal kesehatan, ajak mereka berdiskusi dari segi ekonomi karena adalah baik mengajari anak untuk berhemat sebagai suatu pembelajaran. Jika perlu, dampingi mereka saat melihat suatu reportase mengenai tema serupa di media massa. Dari situ, anak bisa secara langsung melihat kerugian yang mereka peroleh saat jajan makanan di sembarang tempat.

Edukasi yang sama pun harus dilakukan di sekolah. Sebagai contoh, Kampanye Gerakan Sosial Pola Makan Sehat Pada Anak di salah satu sekolah di Jakarta diadakan untuk lebih meningkatkan kesadaran semua pihak ( anak, orang tua dan guru ) tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi yang seimbang.

Melihat fenomenan bahwa saat ini sebagian besar waktu anak tersita di sekolah, maka sekolah juga harus siap menggantikan peran orang tua di dalam mengajarkan pola makan sehat bagi siswa didiknya. Meski secara kuantitas, memang masih cukup banyak dihabiskan di lingkungan sosial dan keluarga, namun secara kualitas, 
masa makan aktif anak justru lebih banyak dihabiskan  pada jam sekolah tersebut. Karenanya, diharapkan peran kantin sekolah nantinya dapat menjadi salah satu pilar pembelajaran dan pendidikan pola makan sehat anak di sekolah.

     style="display:inline-block;width:300px;height:250px"
     data-ad-client="ca-pub-9944632662366833"
     data-ad-slot="9656818701">



Bekal Dari Rumah

       Berasaskan sehat dan hemat, pilihan satu-satunya yang dapat dipilih adalah dengan menyediakan bekal bagi anak. Budayakan agar anak tidak malu membawa bekal dari rumah. Toh, dengan dibekali, anak juga dapat belajar berbagi dengan temannya yang tidak membawa . Nah, sekarang yang menjadi tantangan buat orang tua, terutama ibu, adalah bagaimana menyediakan makanan bekal itu.

Bekal dapat berupa makanan besar maupun kecil, tentu dilengkapi pula dengan minuman. Yang menjadi prinsip adalah menyediakan jenis makanan yang menarik, baik secara cita rasa maupun tampilan. Kenali pula makanan kesukaan buah hati anda, sehingga anda bisa membuat jenis makanan serupa. Banyak ragam resep yang tersedia di majalah-majalah masakan ataupun majalah wanita. Satu lagi, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.

Indah Belum Tentu Aman dan Sehat


Artikel tentang info seputar kesehatan

      Wadah makanan dan minuman yang kita pakai sehari-hari, tanpa di sadar, dapat membahayakan kesehatan, bahkan yang lebih gawat lagi, meracuni tubuh. Meskipun sulit di hindari, anda dapat mengurangi penggunaannya.

Styrofoam
Kita sering menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman.Tahukah anda bahwa pembuatan styrofoam meningkatkan produksi klorofluorokarbon., zat yang mikis lapisan ozon?

Styrofoam terbuat dari polistirena, senyawa polimer stirena. Dalam pembuatannya, kedalam polstirena ditiupkan udara dengan menggunakan blowing agent yang di sebut klorofluorokarbon sehingga dihasilkan bahan yang berbentuk atau bersifat seperti busa atau ( foam ). Namun 90% klorofluorokarbon yang dipakai itu dilepaskan ke udara bebas. Padahal, zat ini dapat mengikis lapisan ozon sehingga suhu di permukaan bumi semakin panas dan timbul berbagai persoalan lingkungan.
Jika dipakai sebagai kemasan minuman, bahan penyusun styrofoam, stirena, dapat larut dalam minuman yang berlemak dan beralkohol. Karena itu, styrofoam tidak cocok sebagai wadah susu atau yogurt karena dikhawatirkan stirena dapat larut kedalamnya. Tubuh yang terpapar stirena dalam jangka waktu lama dapat mengalami keracunan saraf, yang di tandai dengan kelelahan, gugup, sulit tidur, serta tingkat hemoglobin yang rendah.


Selain itu, penelitian dengan hewan percobaan menunjukkan bahwa stirena bersifat karsinogenik ( menimbulkan kanker ).

TIPS :
- Jangan meletakkan makanan panas langsung dalam wadah styrofoam, lapisi wadah dengan kertas, aluminium foil atau plastik untuk makanan, atau daun pisang terlebih dahulu.
- Penggunaan styrofoam dapat diganti dengan dus, wadah plastik makanan, dan kertas untuk makanan.

Melamin
Wadah piring makan, mangkuk, sendok, gelas, ataupun piring kue yang terbuat dari melamin memang terlihat menarik. Tapi, jangan tergiur dulu. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, Bambang Ariwahjoedi Ph.D., Msc, mengatakan bahwa melamin berpotensi menghasilkan zat monomer yang bersifat racun, yang disebut formaldehid ( formalin ).

Hasil enelitian Universitas Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendapati bahwa kandungan formaldehid dalam peralatan makan melamin mencapao 4,76-9,22 miligram per liter.

Menurut Ariwahjoedi, formaldehid dalam senyawa melamin dapat kembali muncul bila terjadi penguraian melamin.Padahal, melamin sangat rentan terhadap panas dan sinar UV (ultraviolet) yang memicu penguraian tersebut, demikian pula gesekan padapermukaan melamin. Formaldehid yang masuk kedalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel dan bahkan menyebabkan kematian sel. 

TIPS :
- Jika warna melamin sudah pudar, sebaiknya tidak digunakan.
- Jangan gunakan melamin untuk wadah makanan dan minuman panas.
- Jangan gunakan melamin sebagai wadah dalam microwave.

Info Tentang Kesehatan



Makan Sayur Mengurangi Penyumbatan Arteri
Ada kabar gembira bagi anda yang suka makan sayur mayur dan buah. Fakultas Kedokteran Wake Forest University, Amerika Serikat, belum lama ini mengadakan penelitian yang menyimpulkan bahwa diet yang tinggi sayuran dapat mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke.
      Tim peneliti dari fakultas kedokteran tersebut mengadakan percobaan pada hewan tikus, sebagian tikus diberi diet sayuran, sebagian lagi tidak. Setelah 16 minggu mengalami perlakuan tersebut, para peneliti mengukur kadar kolesterol di kedua kelompok tikus itu.
      Ternyata, pembentukan plak lemak pada dinding pembuluh darah tikus yang dapat diet sayuran yang tinggi, 38% lebih rendah di bandingkan tikus yang tidak mendapat diet sayuran. Tikus yang hanya mendapat diet sayuran , berat badan dan kadar kolesterolnya dalam darah meningkat sedikit saja. Sementara tikus yang tidak mendapat diet sayuran mengalami penyumbatan pembuluh arteri atau aterosklerosis yang di tandai dengan pembentukan plak lemak pada dinding pembuluh darah arterinya sehingga menghambat aliran darah. Kadar kolesterol "jahat" ( LDL ) dalam darah kelompok tikus tersebut juga meningkat.Seperti diketahui, kolesterol merupakan salah satu faktor resiko aterosklerosis pada manusia.
Berbagai penelitian pada manusia menunjukkan bahwa diet yang kaya sayuran dikaitkan dengan penurunan resiko penyakit kardiovaskuler,dan juga penurunan tekanan darah dan peningkatan kolesterol "baik". Penelitian ini diyakini merupakan yang pertama merujuk pada efek mengkonsumsi banyak sayuran pada terjadinya aterosklerosis.
Selain itu,pada tikus yang mendapat diet sayuran yang tinggi, penyebab peradangan arteri turun hingga 37%. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur-mayur dapat menhambat aktifitas peradangan.

" Terjadinya aterosklerosis berkaitan erat dengan peradangan pada arteri," Kata Adams.
" Hasil penelitian yang kami lakukan yang digabungkan dengan penelitian lain mendukung pemikiran bahwa mengkonsumsi banyak sayuran menghambat terjadinya aterosklerosis melalui jalur antioksidan dan anti peradangan"


     style="display:inline-block;width:300px;height:250px"
     data-ad-client="ca-pub-9944632662366833"
     data-ad-slot="9656818701">


Jadi, jangan segan-segan banyak makan sayuran hijau dan buah-buahan yaaaa... !!!!
"IKUTI TERUS ARTIKEL TENTANG INFO SEPUTAR KESEHATAN" .