Sunday, December 14, 2014

Indah Belum Tentu Aman dan Sehat


Artikel tentang info seputar kesehatan

      Wadah makanan dan minuman yang kita pakai sehari-hari, tanpa di sadar, dapat membahayakan kesehatan, bahkan yang lebih gawat lagi, meracuni tubuh. Meskipun sulit di hindari, anda dapat mengurangi penggunaannya.

Styrofoam
Kita sering menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman.Tahukah anda bahwa pembuatan styrofoam meningkatkan produksi klorofluorokarbon., zat yang mikis lapisan ozon?

Styrofoam terbuat dari polistirena, senyawa polimer stirena. Dalam pembuatannya, kedalam polstirena ditiupkan udara dengan menggunakan blowing agent yang di sebut klorofluorokarbon sehingga dihasilkan bahan yang berbentuk atau bersifat seperti busa atau ( foam ). Namun 90% klorofluorokarbon yang dipakai itu dilepaskan ke udara bebas. Padahal, zat ini dapat mengikis lapisan ozon sehingga suhu di permukaan bumi semakin panas dan timbul berbagai persoalan lingkungan.
Jika dipakai sebagai kemasan minuman, bahan penyusun styrofoam, stirena, dapat larut dalam minuman yang berlemak dan beralkohol. Karena itu, styrofoam tidak cocok sebagai wadah susu atau yogurt karena dikhawatirkan stirena dapat larut kedalamnya. Tubuh yang terpapar stirena dalam jangka waktu lama dapat mengalami keracunan saraf, yang di tandai dengan kelelahan, gugup, sulit tidur, serta tingkat hemoglobin yang rendah.


Selain itu, penelitian dengan hewan percobaan menunjukkan bahwa stirena bersifat karsinogenik ( menimbulkan kanker ).

TIPS :
- Jangan meletakkan makanan panas langsung dalam wadah styrofoam, lapisi wadah dengan kertas, aluminium foil atau plastik untuk makanan, atau daun pisang terlebih dahulu.
- Penggunaan styrofoam dapat diganti dengan dus, wadah plastik makanan, dan kertas untuk makanan.

Melamin
Wadah piring makan, mangkuk, sendok, gelas, ataupun piring kue yang terbuat dari melamin memang terlihat menarik. Tapi, jangan tergiur dulu. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, Bambang Ariwahjoedi Ph.D., Msc, mengatakan bahwa melamin berpotensi menghasilkan zat monomer yang bersifat racun, yang disebut formaldehid ( formalin ).

Hasil enelitian Universitas Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendapati bahwa kandungan formaldehid dalam peralatan makan melamin mencapao 4,76-9,22 miligram per liter.

Menurut Ariwahjoedi, formaldehid dalam senyawa melamin dapat kembali muncul bila terjadi penguraian melamin.Padahal, melamin sangat rentan terhadap panas dan sinar UV (ultraviolet) yang memicu penguraian tersebut, demikian pula gesekan padapermukaan melamin. Formaldehid yang masuk kedalam tubuh dapat mengganggu fungsi sel dan bahkan menyebabkan kematian sel. 

TIPS :
- Jika warna melamin sudah pudar, sebaiknya tidak digunakan.
- Jangan gunakan melamin untuk wadah makanan dan minuman panas.
- Jangan gunakan melamin sebagai wadah dalam microwave.

Botol Plastik Kemasan
Biasanya kita tidak langsung membuang botol plastik air minum kemasan bekas pakai. Sering kali, botol itu digunakan kembali tanpa dicuci dengan diisi air minum yang kita masak sendiri atau diisi ulang.
Hal ini sering kita lakukan tanpa memperhitungkan efeknya bagi kesehatan.

Botol plastik bekas pakai itu dapat terkontaminasi bakteri yang berasal dari mulut. Sebab, botol itu ditegukkan berulang-ulang tanpa mencucinya.

Akan tetapi, botol plastik yang sering dicuci dapat mempercepat penguraian plastik yang secara potensial menyebabkan bahan-bahan kimia pembentuk plastik larut dalam air.
Penelitian awal mahasiswa di University of Idaho, Amerika Serikat, mendapati bahwa bila botol plastik digunakan berulang-ulang, senyawa kimia bersifat racun yang terkandung di dalamnya dapat berpindah ke dalam cairan di dalam botol itu.
TIPS :  
 -Sebaiknya kita memiliki wadah air minum khusus untuk air minum
-Sebaiknya memakai wadah air yang terbuat dari botol kaca

Baca Artikel Tentang Info Seputar Kesehatan .... Thanks !!! :)